Kamis, 26 April 2012

GNU/Linux 101 : all the basic stuffs

Sering sekali pengguna Linux baru membuat pertanyaan seperti "distro AA vs distro BB enakan mana", atau "bedanya KDE & Gnome dimana?". Supaya forum rapi, lebih baik disatukan di thread ini. Jadi kalau mau bikin thread, liat dulu thread ini, siapa tau udah ada jawabannya. Thread2 baru yg menanyakan pertanyaan yg sudah dijawab di thread ini akan dilock.

Nah sekarang ke topiknya, dibikin model tanya jawab aja yak biar gak terlalu ribet.


Q : Apa sih gnu/linux itu ?

A : linux adalah sebuah kernel / inti suatu sistem operasi komputer yang berisi baris kode perintah untuk menjalankan semua aplikasi pada komputer. Sedangkan kernel linux dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. lebih lengkap mengenai kernel dan gnu linux silahkan klik link sbb :

gnu/linux : http://en.wikipedia.org/wiki/Linux atau http://www.linux.org/info/index.html
kernel : http://en.wikipedia.org/wiki/Kernel_...mputer_science)
Linus Torvalds : http://en.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds

Q : Bagaimana dengen istilah distro linux ?
A : distro linux adalah kumpulan paket-paket software tambahan semisal pengolah gambar, office suite, firewall, aplikasi voip dsb yang ditambahkan pada kernel linux itu sendiri...

perbedaan paket dan sistem pengoperasiannya itulah yang disebut dengan distro. contoh yang terkenal adalah Debian, Slackware, OpenSuse, Gentoo, Ubuntu, dan lain-lain. Lebih lengkap mengenai daftar distro linux bisa dilihat pada situs www.distrowatch.com

Q : Gnome, KDE dan XFCE apakah merupakan distro linux ?
A : ketiga nama tersebut merupakan window manager yang digunakan pada banyak distro linux, semisal Gnome pada Ubuntu, KDE pada Mandriva dan XFCE pada Zenwalk.

Selain itu masih banyak jenis window manager yang ada, semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. jenis berbagai window manager bisa dilihat pada link http://xwinman.org dan http://en.wikipedia.org/wiki/Compari...p_environments

Q : Apakah kalimat "free" pada tiap distro berarti gratis ?
A : kalimat "free" yang dimaksud tidak selalu gratis, kalimat free tersebut diambil dari kalimat "Freedom" yang berarti merdeka / bebas. akankah berarti juga gratis ? tidak juga, programmer atau distro berhak meminta bayaran / sumbangan yang pantas akan produknya. biasanya dalam bentuk dukungan korporat dan sumbangan bagi proyek software terkait

Dalam artian lain sebagai pengguna distro tersebut, pengguna berhak menambah, mengurangi bahkan merubah susunan kode program dari distro yang bersangkutan. standar umum yang diterapkan ialah GPL (General Public License). keterangan mengenai lisensi tersebut bisa dilihat pada link : http://en.wikipedia.org/wiki/Gpl


Q : Saya ingin mencoba migrasi ke OS berbasis *nix demi alasan legalitas, apakah yang harus saya persiapkan ?

A : pertama-tama pastikan bahwa anda sebelumnya telah memahami / sedang mempelajari cara kerja sistem operasi *nix (termasuk linux) dan menguasai software-software-nya semisal openoffice.org untuk office suite, Blender sebagai aplikasi grafis 3D, GIMP sebagai pengolah gambar menggantikan Photoshop, VLC Player, Pidgin, dan sebagainya. hal ini untuk memudahkan anda dalam menggunakan aplikasi tersebut dalam lingkungan OS *nix, selain itu jangan lupa untuk selalu mencari informasi terkait dengan software alternatif lain.

salah satu contoh mengenai daftar software cross-platform linux-windows bisa di-unduh di sini http://romisatriawahono.net/2007/01/...windows-linux/

Kedua... pastikan spek komputer anda mencukupi untuk menggunakan linux hal ini juga harus diperhatikan dalam memilih distro linux pilihan anda dan paket software pelengkapnya. Sekali lagi, referensi mengenai distro linux bisa dilihat pada situs www.distrowatch.com

ketiga... rajin-rajinlah mengikuti milis atau forum berkaitan dengan linux bahkan distro linux pilihan anda. tetapi harap diingat biasakanlah membaca panduan atau mencari referensi lain sebelum anda bertanya pada mereka dan juga pastikan bahwa pertanyaan anda bukanlah hal yang terlalu awam.

bila pertanyaan anda seperti itu maka dapat dipastikan anda akan dicuekin atau yang terburuk anda dimaki-maki oleh mereka. bukan bermaksud untuk menakuti tapi untuk membiasakan agar anda tidak malas mencoba terlebih dahulu.


Q : Bagaimana bila software alternatif di linux tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan komputasi saya dan bagimana bila software saya di windows tidak dapat dijalankan pada platform *nix


A : jawabannya hanya satu. emulator. software emulator tersebut semisal Wine, CrossOver dan Cedega. dari ketiga aplikasi tersebut hanya CrossOver dan Cedega yang berbayar.

Namun software emulasi tersebut pun tidak 100 % mendukung aplikasi pada windows... sebelumnya carilah informasi dukungan software yang berhasil di emulasikan oleh ketiga software tersebut.

Namun bila masih mandek gunakanlah alternatif dual-boot / virtualisasi windows pada komputer anda.

Q : Yang anda maksud dengan dual boot dan virtualisasi ?

A : dual boot adalah istilah yang digunakan dalam komputasi jika anda menggunakan 2 jenis sistem operasi (OS) disebut dual karena berjumlah 2, selebihnya ada istilah triple & quad-boot (3 atau 4 OS dalam sebuah PC)

cara yang lazim digunakan menggunakan dual boot adalah menginstall OS Window terlebih dahulu lalu diikuti dengan instalasi distro linux pilihan anda, namun hal sebaliknya juga bisa dilakukan dengan mengubah setting pada boot loader (dijelaskan lebih lanjut nantinya)

sedangkan virtualisasi adalah menjalankan OS lain didalam suatu OS yang sedang berjalan menggunakan software virtualisasi semisal virtualbox.

misalkan anda mempunyai sistem operasi utama pada PC anda (biasa disebut 'Host' pada beberapa software virtualisasi) dan anda ingin mencoba OS yang lain pada PC anda tanpa harus capek-capek merubah partisi hard disk anda dan tanpa harus menyetel beberapa opsi lainnya (sistem operasi kedua ini biasa disebut sebagai 'Guest'). Yang hanya anda ingin lakukan adalah memasang operating sistem tersebut dalam OS yang telah ada pada PC anda. Nah cara inilah yang disebut dengan virtualisasi

yang perlu diperhatikan dalam proses virtualisasi ini ialah resource atau beban kerja komputer yang bertambah dikarenakan software virtualisasi tersebut akan membuat sebuah OS lain didalam OS pada komputer anda. Dari beberapa info disarankan anda memiliki prosesor dengan kecepatan minimal 1.8 Ghz, RAM minimal 1 Ghz dan ruang kososg pada Hard Disk sekitar 8 - 15 Gb.

Andaikan dirasa terlalu berat bagi anda opsi dual-boot lebih disarankan. Perlu diketahui juga ada distro linux yang mempunyai opsi instalasi bagaikan sebuah aplikasi, pada distro Ubuntu dan variannya diketahui mempunyai fitur yang disebut Wubi.

Cara kerja Wubi tersebut adalah membuat distro linux tersebut bagaikan sebuah aplikasi biasa dan seperti sebelumnya pada teknik virtualisasi, menggunakan Wubi juga membutuhkan sumber daya yang besar terutama space kosong pada HDD.

info lain mengenai virtualisasi, virtualbox dan wubi bisa dilihat pada :

- http://wubi-installer.org
- http://www.virtualbox.org
- http://en.wikipedia.org/wiki/Virtualization

Q: Distro Linux ada banyak: Debian, Open Suse, Slackware, Fedora, Ubuntu, dst. Mengapa demikian? Kenapa gak dibuat jadi 1 saja?

A: Itulah kelebihan Linux, yaitu bisa di-custom sesuai kebutuhan. Tidak semua orang suka menginstall 1 distro besar/lengkap, padahal kebutuhannya spesifik saja, misal untuk mengatur router, membuat media center, atau menghidupkan kembali PC tua dimana Windows versi terbaru nggak bakal jalan disitu.

Q: Kalau begitu, distro mana yang sebaiknya saya pakai?

A: Salah satu guideline adalah "pilihlah distro yg dipakai orang-orang di sekitar anda". Jadi kalau anda ada masalah, anda bisa bertanya pada orang-orang tersebut. Terlepas dari itu, tiap2 distro memiliki target sendiri, misal:
- Debian, Red Hat, Centos: server
- Open Suse, Debian, Fedora, Slackware: desktop
- GeeXboX: media center
- Knoppix: live CD (gak perlu repot nginstall, cocok buat testing atau yg pengen distro yg bisa dibawa-bawa)
- dst

Distro-distro besar seperti Ubuntu, Slackware, Open Suse, dst punya komunitas yang besar. Kalau anda ada pertanyaan soal Linux, coba bertanya di forum Linux, seperti linuxquestions.org, dan jangan khawatir: newbie tidak akan diserang dengan "RTFM" atau semacamnya.

: Benarkah Linux bebas dari virus?

A: Sebenarnya Linux bukan bebas dari serangan virus, namun kasus infeksi virus atau malware sangat jarang terjadi pada Linux. Ini disebabkan karena konfigurasi dan struktur modul pada distribusi Linux dapat dirubah2 oleh siapapun sesuka kehendak hati, menyebabkan kinerja virus menjadi tidak efisien/efektif pada sistem operasi Linux. Misal, ketidak tersediaan shared library yg dibutuhkan oleh virus untuk berjalan karena tidak terinstal secara default. Selain itu versi sebuah distro Linux sangat sering dirilis dalam 1 tahun sehingga menambah dinamika perubahan struktur distribusi.


Q: Gan, bagi dong beberapa perintah console/terminal/CLI dasar yg berguna!

A: Haduh2...... belajar linux diperlukan bisa bahasa english jg nih kayaknya
ls = dir (di windoz) = melihat daftar (list) isi direktori
man <nama perintah> = melihat manual page perintah bersangkutan
<perintah> -h / --help = parameter help perintah bersangkutan
free = melihat penggunaan RAM dan swap file
top = melihat service yg berjalan secara live
cat = melihat isi sebuah text file
uname = melihat spesifikasi sistem
netstat = melihat statistik koneksi internet
fd = melihat available free space pada HDD
cp = mengkopi file
mv = memindahkan file
mount / umount = melakukan mounting / unmounting pada sebuah drive
pwd = melihat kita sedang berada di dalam folder/ direktori mana?
whoami = untuk melihat kita login dgn username apa?
whereis = mencari letak file tertentu
clear = membersihkan layar

source : kaskus

Senin, 13 Februari 2012

Mempartisi Harddisk secara aman dengan disk management bawaan Windows

Ini adalah merupakan salah satu kelebihan dari windows 7 ketimbang windows xp, yaitu bisa membuat partisi harddisk secara aman tanpa menggunakan software. Pada windows xp untuk mempartisi harddisk dilakukan dengan menggunakan software semacam Norton partition magic, ranish partition manager, Eazeus Partition Manager dan masih ada yang lainnya.

Mempartisi harddisk merupakan hal yang lebih baik dilakukan pada sebuah computer. Dengan adanya beberapa partisi harddisk, maka kita akan bisa mengatur letak atau lokasi drive untuk system, dan drive untuk penyimpanan data. Dengan demikian jika suata saat windows mengalami crash, atau rusak, dan perlu untuk diinstall ulang, maka data yang disimpan akan tetap terjamin keamanannya. Selain hal tersebut, dengan mempartisi harddisk kita akan lebih mudah dan lebih cepat untuk melakukan defragmentasi, daripada harddisk yang tanpa partisi akan lebih mamakan waktu yang cukup lama. Partisi ini bisa juga bermanfaat untuk mencegah atau meminimalisasi adanya bad sector pada harddisk. Oleh karenanya saya tetap menyarankan agar harddisk yang hanya terdapat 1 partisi, lebih baik di partisi menjadi beberapa partisi.

Bagi sahabat yang menggunakan windows 7, jika ingin mempartisi harddisk menjadi beberapa partisi tanpa menggunakan software, bisa diikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Klik kanan [computer] > pilih [manage]
  2. Pada jendela “computer management”, pilih [storage] kemudian pilih [disk management].


  3. Pada jendela sebelah kanan terlihat jumlah partisi yang telah ada. Kemuian klik kanan pada harddisk yang mau dipartisi. ( Kalau baru terdapat 1 partisi misal C: klik kanan pada partisi C:, kalau sudah ada beberapa partisi “seperti gambar dibawah” dan mau di partisi lagi maka klik kanan pada drive yang mau di partisi lagi ) kemudian pilih [Shrink Volume].

  4. Muncul “querying shrink space” dan tunggu sebentar.
  5. Muncul jendela shrink. Disini shobat diminta untuk menentukan volume partisi yang mau dibuat. Isikan saja berapa volume sesuai dengan yang shobat rencanakan. Setelah itu klik [Shrink].

  6. Maka akan muncullah partisi baru yang masih belum terformat atau free space ( lihat partisi dengan gambar hijau ). Sampai disini partisi baru masih belum bisa digunakan.

  7. Untuk memformat partisi agar bisa digunakan, klik kanan pada “free space” tadi kemudian pilih [new simple volume].

  8. Muncul [New simple volume wizard] > klik [next].
  9. Muncul jendela [specify volume size] > klik [next] lagi
  10. Muncul jendela [assign drive letter or path] > klik [next] lagi.
  11. Muncul jendela [format partition]. Pada file system pilih saja NTFS, kemudian pada volume label > isikan “nama label drive partisi anda”, kemudian klik [next].

  12. muncul jendela [completing the new simple volume wizard]. Sebelum klik finish lihat dulu informasi yang tertera. Kalau belum sesuai dengan keinginan shobat, klik [back], kalau sudah sesuai silahkan klik [finish]
  13. Maka partisi harddisk telah selesai dan siap untuk dipergunakan.
Untuk mengecek partisi yang baru, cobalah buka windows explorer. Bila prosesnya telah benar maka akan muncul partisi baru sesuai dengan label yang telah shobat buat tadi.

Bagaimana, mudah bukan ??!! Ternyata fitur-fitur yang ada pada windows 7 lebih memudahkan kita dalam mengatur konfigurasi dikomputer.
Semoga artikel ini bisa membantu sahabat semua.

Selasa, 07 Februari 2012

Installasi Postfix + Dovecot (POP3) + Squirrelmail (Webmail)

Login dengan root
#rpm -import /usr/share/rhn/RPM-GPG-KEY-fedora
#yum install postfix
#yum install dovecot
Uninstall sendmail
#service sendmail stop
#rpm -e -nodeps sendmail
Switch MTA dari Sendmail ke Postfix
#system-switch-mail
Lalu pilih Postfix
Konfigurasi Postfix
#cd /etc/postfix
#cp main.cf main.cf.ori
#cat /dev/null > main.cf
Edit main.cf dan tambahkan baris berikut.
myhostname = mailserver.domain.com
mydomain = domain.com\r\nmyorigin = $mydomain
mydestination = $myhostname localhost.$mydomain localhost $mydomain
relay_domain = home_mailbox = Maildir
Jangan lupa ganti domain.com diatas dengan nama domain anda sendiri
Check Postfix
#postfix check
Reload Postfix
#postfix reload
Test Postfix
#telnet localhost 25 (Hasilnya akan mendapat reply dari postfix)
Jalankan Postfix setiap kali restart
#chkconfig postfix on
Konfigurasi Dovecot
Penggunaan dovecot secara basic tidak diperlukan pengaturan apa-apa.
Test Dovecot
#telnet localhost 110 (Hasilnya akan mendapat reply dari dovecot)
Jalankan dovecot setiap kali restart
#chkconfig dovecot on
Install webmail dengan menggunakan squirrelmail
#yum install squirrelmail (Otomatis Apache dan PHP akan terinstall)
Konfigurasi squirrelmail sesuai kebutuhan
#/usr/share/squirrelmail/config/conf.pl
Jalankan webserver Apache
#service httpd start
Jalankan apache setaip kali restart
#chkconfig httpd on
Test webmail
Buka browser pada pc client yang sudah terhubung ke server dengan URL address:
http://192.168.0.10/webmail/ Maka akan terbuka halaman login webmail.
Dan jangan lupa ganti IP Address 192.168.0.10 diatas dengan IP Address server anda sendiri.
Jika sampai disini semua OK, anda tinggal memforfard MX record DNS anda ke mail server ini. Pengaturan MX record silakan rujuk dokumen setup DNS.
SELESAI

Senin, 30 Januari 2012

Tray Icon Deep Freezer Ilang.. :-(

Bagi kalian yg merasa nginstall deep freezer(biasanya sih yg punya warnet masang beginian, soalnya gw OP warnet):D.. Pasti pernah ngalamin Tray Icon Deep Freezer ilang.. (tau kan tray icon yang mana??). 

Nih Tray Icon :D
sorry y gw pake Windows 7 jd agak beda ama XP. lokasinya di bawah kanan.


kalian bisa make cara dibawah ini kalau tray icon deep freezer di tray icon kalian hilang..






1. Klik Start>Run
2. Trun Copas Kode di bawah ini


"C:\Program Files\Faronics\Deep Freeze\Install C-0\_$Df\FrzState2k.exe" 1 106917


3.Tekan Enter dan muncul deh ..


Note: Sesuaikan Dengan Directory mu...


and sekian dan trima kasih..
semoga bermanfaat..

source: copas from my older blog :)

Kamis, 19 Januari 2012

Jenis-Jenis Serangan Jaringan Komputer

Jenis-jenis Ancaman pada jaringan komputer

Berikut   ini   akan   dijelaskan   beberapa   tipe-tipe   serangan   yang   dapat   dilancarkan   oleh   pihak-pihak
tertentu terhadap sebuah jaringan komputer:

–  DOS/DDOS
Denial of Services  dan  Distributed Denial of Services  adalah sebuah metode serangan yang
bertujuan   untuk   menghabiskan   sumber   daya   sebuah   peralatan   jaringan   komputer   sehingga
layanan jaringan komputer menjadi terganggu.
Salah satu bentuk serangan ini adalah 'SYN  Flood Attack', yang mengandalkan kelemahan
dalam   sistem  'three-way-handshake'.   'Three-way-handshake'   adalah   proses   awal   dalam
melakukan koneksi dengan protokol TCP. Proses ini dimulai dengan pihak klien mengirimkan
paket dengan tanda SYN. Lalu kemudian pihak server akan menjawab dengan mengirimkan
paket   dengan   tanda   SYN   dan  ACK.   Terakhir,   pihak   klien   akan   mengirimkan   paket  ACK.


Setelah itu, koneksi akan dinyatakan terbuka, sampai salah satu pihak mengirimkan paket FIN
atau paket RST atau terjadi  connection time-out. Dalam proses 'three-way-handshake',  selain
terjadi   inisiasi   koneksi,   juga   terjadi   pertukaran   data-data   parameter   yang   dibutuhkan   agar
koneksi yang sedang dibuat dalam berjalan dengan baik.
Dalam serangan ini, sebuah host akan menerima paket inisiasi koneksi (Paket dengan flag SYN)
dalam jumlah yang sangat banyak secara terus menerus. Akibatnya host yang sedang diserang
akan melakukan alokasi memori yang akan digunakan untuk menerima koneksi tersebut dan
karena paket inisiasi terus-menerus diterima maka ruang memori yang dapat digunakan untuk
menerima   koneksi   akan   habis.   Karena   semua   ruang   memori   yang   dapat   digunakan   untuk
menerima koneksi sudah habis, maka ketika ada permintaan baru untuk melakukan inisiasi
koneksi,  host  ini tidak dapat melakukan alokasi memori sehingga permintaan baru ini tidak
dapat   dilayani   oleh  host  ini.  Untuk   menghindari   pelacakan,   biasanya   paket   serangan   yang
dikirimkan memiliki alamat IP sumber yang dipalsukan. Untuk menghadapi serangan seperti
ini,   sistem   operasi   –   sistem   operasi     modern   telah   mengimplementasikan   metode-metode
penanganan, antara lain :

   Micro-blocks.  Ketika   ada   sebuah  host  menerima   paket   inisiasi,   maka  host  akan
mengalokasikan ruang memori yang sangat kecil, sehingga host tersebut bisa menerima
koneksi   lebih  banyak.  Diharapkan   ruang  memori   dapat   menampung  semua   koneksi
yang   dikirimkan,   sampai   terjadi  connection-time-out,   dimana   koneksi-koneksi   yang
stale, yaitu koneksi yang tidak menyelesaikan proses 'three-way-handshake' atau sudah
lama tidak ada transaksi data, akan dihapuskan dari memori dan memberikan ruang bagi
koneksi-koneksi baru. Metode ini tidak terlalu efektif karena bergantung pada kecepatan
serangan   dilakukan,   apabila   ternyata   kecepatan   paket   serangan   datang   lebih   cepat
daripada lamanya waktu yang perlu ditunggu agar terjadi   connection-time-out  pada
paket-paket yang stale, make ruang memori yang dapat dialokasikan akan tetap habis.

   SYN Cookies. Ketika menerima paket inisiasi, host penerima akan mengirimkan paket
tantangan   yang   harus   dijawab   pengirim,   sebelum  host  penerima   mengalokasikan
memori yang dibutuhkan. Tantangan yang diberikan adalah berupa paket SYN-ACK
dengan nomor urut khusus yang merupakan hasil dari fungsi hash dengan input alamat
IP pengirim, nomor  port, dll. Jawaban dari pengirim akan mengandung nomor urut
tersebut.   Tetapi   untuk   melakukan   perhitungan  hash  membutuhkan   sumber-daya
komputasi   yang   cukup   besar,   sehingga   banyak   server-server   yang   aplikasinya
membutuhkan kemampuan komputasi tinggi tidak mempergunakan metode ini. Metode
ini merubah waktu peng-alokasian memori, yang tadinya pada awal dari proses 'three-
way-handshake', menjadi diakhir dari proses tersebut. (notes: pada standard TCP/IP

yang baru, ditentukan bahwa diperlukan cara yang lebih baik untuk menentukan urut
paket, sehingga sulit untuk ditebak. Jadi kemungkinan secara default, metode ini akan
digunakan pada seluruh peralatan jaringan komputer atau sistem operasi yang ada).

   RST   Cookies.  Mirip   dengan  SYN   Cookies,   hanya   tantangan   yang   dikirimkan  host
penerima  ke   pengirim   adalah   sebuah   paket   yang   salah.   Apabila   pengirim   adalah
pengirim  yang valid, maka  pengirim  akan mengirimkan paket RST lalu mengulang
kembali   koneksi.   Ketika   penerima   menerima   paket   RST,  host  tersebut   tahu   bahwa
pengirim   adalah   valid   dan   akan   menerima   koneksi   dari   pengirim   dengan   normal.
Karena ada masalah dengan implementasi lapisan TCP/IP, metode ini kemungkinan
tidak kompatibel dengan beberapa sistem operasi. Metode ini merubah waktu peng-
alokasian memori, yang tadinya pada awal dari proses 'three-way-handshake', menjadi
diakhir dari proses tersebut.

Bentuk lain dari serangan DOS adalah 'Smurf Attack' yang mempergunakan paket ping request.
Dalam   melakukan   penyerangan,   penyerang   akan   mengirimkan   paket-paket   ping  request  ke
banyak host dengan merubah alamat IP sumber menjadi alamat host yang akan diserang. Host-
host yang menerima paket ping request tersebut akan mengirimkan paket balasan ke alamat IP
host korban serangan. Untuk serangan dapat mengganggu sistem korban, host yang menjawab
paket ping  request  harus cukup banyak. Oleh karena itu, biasanya paket ping  request  akan
dikirimkan ke alamat  broadcast  dari sebuah kelompok jaringan komputer, sehingga  host-host
pada kelompok jaringan komputer tersebut secara otomatis akan menjawab paket tersebut.

DOS juga dapat dilakukan dengan cara mengirimkan permintaan layanan yang diberikan oleh
sebuah host secara berlebihan atau terus menerus. Tujuan dari serangan model ini adalah untuk
membuat  host  menjadi terlalu sibuk atau kehabisan sumber daya komputasi sehingga tidak
dapat melayani permintaan-permintaan lainnya.

Perkembangan lanjutan dari DOS adalah DDOS, dimana host yang terlibat dalam serangan
lebih dari satu dan tersebar di banyak tempat. Banyaknya  host  yang terlibat dalam serangan
akan meningkatkan efek serangan dan mempersulit pihak yang diserang untuk mempertahankan
diri ataupun melakukan pelacakan asal serangan. Pada banyak kejadian, host-host yang terlibat
dalam serangan, tidak semuanya sadar bahwa mereka terlibat dalam sebuah serangan DDOS.
Host-host  tersebut telah disusupi terlebih dahulu oleh penyerang, sehingga penyerang dapat
mempergunakan host tersebut untuk melakukan serangan. Penyusupan dapat dilakukan dengan
cara mengirimkan trojan atau worm ke banyak host.

–  Packet Sniffing
Packet Sniffing adalah sebuah metode serangan dengan cara mendengarkan seluruh paket yang
lewat pada sebuah media komunikasi, baik itu media kabel maupun radio. Setelah paket-paket
yang lewat itu didapatkan, paket-paket tersebut kemudian disusun ulang sehingga data yang
dikirimkan oleh sebuah pihak dapat dicuri oleh pihak yang tidak berwenang.
Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya semua koneksi  ethernet  adalah koneksi yang
bersifat broadcast, di mana semua host dalam sebuah kelompok jaringan akan menerima paket
yang dikirimkan oleh sebuah host. Pada keadaan normal, hanya host yang menjadi tujuan paket
yang akan memproses paket tersebut sedangkan  host  yang lainnya akan mengacuhkan paket-
paket tersebut. Namun pada keadaan tertentu, sebuah host bisa merubah konfigurasi sehingga
host tersebut akan memproses semua paket yang dikirimkan oleh host lainnya.
Cukup sulit untuk melindungi diri dari gangguan ini karena sifat dari  packet sniffing  yang
merupakan   metode   pasif   (pihak   penyerang   tidak   perlu   melakukan   apapun,   hanya   perlu
mendengar saja). Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu:




   Secara   rutin   melakukan   pemeriksaan   apakah   ada  host  di   jaringan   kita   yang   sedang
dalam mode  promiscuous, yaitu sebuah mode dimana  host  tersebut akan memproses
semua paket yang diterima dari media fisik. Akan tetapi hal ini hanya akan melindungi
diri kita terhadap packet sniffer yang berada pada satu kelompok jaringan dengan kita.
Penyerang   yang   melakukan  sniffing  dari   luar   jaringan   komputer   kita   tidak   akan
terdeteksi dengan menggunakan metode ini.
   Mempergunakan   SSL   atau   TLS   dalam   melakukan   pengiriman   data.   Ini   tidak   akan
mencegah packet sniffer untuk mencuri paket yang dikirimkan, akan tetapi paket-paket
yang dicuri tidak bisa dipergunakan karena dikirimkan dengan menggunakan format
yang terenkripsi.
   Melakukan   koneksi   VPN,   sehingga   tetap   bisa   mempergunakan   aplikasi   yang   tidak
mendukung SSL atau TLS dengan aman.

Packet Sniffing sebagai tools pengelola jaringan
Sebenarnya selain sebagai menjadi alat untuk melakukan kejahatan,  packet sniffer  juga bisa
digunakan sebagai alat pertahanan. Dengan melakukan analisa paket-paket yang melalui sebuah
media   jaringan   komputer,   pengelola   dapat   mengetahui   apabila   ada   sebuah  host  yang
mengirimkan paket-paket yang tidak normal, misalnya karena terinfeksi virus. Sebuah IDS juga
pada   dasarnya   adalah   sebuah  packet   sniffer  yang   bertugas   untuk   mencari  host  yang
mengirimkan paket-paket yang berbahaya bagi keamanan. Selain itu  packet sniffer  juga bisa
menjadi  alat   untuk  melakukan  analisa  permasalahan  yang  sedang  dihadapi   sebuah  jaringan
komputer. Misalkan ketika sebuah  host  tidak dapat  berhubungan dengan  host  lainnya yang
berada pada kelompok jaringan yang berbeda, maka dengan packet sniffer, pengelola jaringan
komputer dapat melakukan penelusuran dimana permasalahan koneksi itu terletak.

–    IP Spoofing
IP Spoofing adalah sebuah model serangan yang bertujuan untuk menipu seseorang. Serangan
ini  dilakukan   dengan   cara   mengubah   alamat   asal   sebuah   paket,   sehingga   dapat   melewati
perlindungan  firewall  dan menipu  host  penerima data. Hal ini dapat dilakukan karena pada
dasarnya alamat IP asal sebuah paket dituliskan oleh sistem operasi  host  yang mengirimkan
paket tersebut. Dengan melakukan  raw-socket-programming, seseorang dapat menuliskan isi
paket yang akan dikirimkan setiap bit-nya sehingga untuk melakukan pemalsuan data dapat
dilakukan dengan mudah.

Salah satu bentuk serangan yang memanfaatkan metode IP Spoofing adalah 'man-in-the-middle-
attack'. Pada serangan ini, penyerang akan berperan sebagai orang ditengah antara dua pihak
yang  sedang   berkomunikasi.   Misalkan   ada   dua   pihak   yaitu   pihak  A  dan   pihak   B   lalu   ada
penyerang yaitu C. Setiap kali A mengirimkan data ke B, data tersebut akan dicegat oleh C, lalu
C akan mengirimkan data buatannya sendiri ke B, dengan menyamar sebagi A. Paket balasan
dari B ke A juga dicegat oleh C yang kemudian kembali mengirimkan data 'balasan' buatannya
sendiri ke A. Dengan cara ini, C akan mendapatkan seluruh data yang dikirimkan antara A dan
B, tanpa diketahui oleh A maupun C.
Untuk mengatasi serangan yang berdasarkan  IP Spoofing, sebuah sistem operasi harus dapat
memberikan nomor-urut yang acak ketika menjawab inisiasi koneksi dari sebuah host. Dengan
nomor urut paket yang acak, akan sangat sulit bagi seorang penyerang untuk dapat melakukan
pembajakan transmisi data.

Selain   itu,   untuk   mengatasi   model   serangan   'man-in-the-middle-attack',   perlu   ada   sebuah
metode untuk melakukan otentikasi  host  yang kita hubungi. Otentikasi dapat berupa  digital-
certificate yang eksklusif dimiliki oleh host tersebut.




Konfigurasi firewall yang tepat juga dapat meningkatkan kemampuan jaringan komputer dalam
menghadapi IP Spoofing. Firewall harus dibuat agar dapat menolak paket-paket dengan alamat
IP   sumber   jaringan   internal   yang   masuk   dari  interface  yang   terhubung   dengan   jaringan
eksternal.

–  DNS Forgery
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mencuri data-data penting orang lain
adalah dengan cara melakukan penipuan. Salah satu bentuk penipuan   yang bisa dilakukan
adalah penipuan data-data DNS. DNS adalah sebuah sistem yang akan menterjemahkan nama
sebuah   situs   atau  host  menjadi   alamat   IP  situs   atau  host  tersebut.   Cara   kerja   DNS   cukup
sederhana, yaitu sebuah host mengirimkan paket (biasanya dengan tipe UDP) yang pada header
paket tersebut berisikan alamat host penanya, alamat DNS resolver, pertanyaan yang diinginkan
serta sebuah nomor identitas. DNS resolver  akan mengirimkan paket jawaban yang sesuai ke
penanya. Pada paket jawaban tersebut terdapat nomor identitas, yang dapat dicocokkan oleh
penanya dengan nomor identitas yang dikirimnya. Oleh karena cara kerja yang sederhana dan
tidak   adanya   metode   otentikasi   dalam   sistem   komunikasi   dengan   paket   UDP,   maka   sangat
memungkinkan seseorang untuk berpura-pura menjadi DNS  resolver  dan mengirimkan paket
jawaban palsu dengan nomor identitas yang sesuai ke penanya sebelum paket jawaban dari
DNS resolver resmi diterima oleh penanya. Dengan cara ini, seorang penyerang dapat dengan
mudah mengarahkan seorang pengguna untuk melakukan akses ke sebuah layanan palsu tanpa
diketahui pengguna tersebut. Sebagai contoh, seorang penyerang dapat mengarahkan seorang
pengguna  Internet   Banking  untuk   melakukan   akses   ke   situs  Internet   Banking  palsu   yang
dibuatnya untuk mendapatkan data-data pribadi dan kartu kredit pengguna tersebut.
Untuk dapat melakukan gangguan dengan memalsukan data DNS, seseorang membutuhkan
informasi-informasi di bawah ini :
       Nomor identitas pertanyaan (16 bit)
       Port tujuan pertanyaan
       Alamat IP DNS resolver
       Informasi yang ditanyakan
       Waktu pertanyaan.
Pada beberapa implementasi sistem operasi, informasi diatas yang dibutuhkan seseorang untuk
melakukan penipuan data DNS bisa didapatkan. Kunci dari serangan tipe ini adalah, jawaban
yang   diberikan   DNS  resolver  palsu   harus   diterima   oleh   penanya   sebelum   jawaban   yang
sebenarnya diterima, kecuali penyerang dapat memastikan bahwa penanya tidak akan menerima
jawaban yang sebenarnya dari DNS resolver yang resmi.

DNS Cache Poisoning
Bentuk lain serangan dengan menggunakan DNS adalah  DNS Cache Poisoning. Serangan ini
memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan sementara
data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut. Sebagai contoh, sebuah
organisasi 'X' memiliki server DNS (ns.x.org) yang menyimpan data mengenai domain 'x.org'.
Setiap   komputer   pada   organisasi   'X'   akan   bertanya   pada   server   'ns.x.org'   setiap   kali   akan
melakukan   akses   Internet.   Setiap   kali   server   ns.x.org   menerima   pertanyaan   diluar   domain
'x.org', server tersebut akan bertanya pada pihak otoritas domain. Setelah mendapatkan jawaban
yang dibutuhkan, jawaban tersebut akan disimpan dalam  cache, sehingga jika ada pertanyaan
yang sama, server 'ns.x.org' dapat langsung memberikan jawaban yang benar. Dengan tahapan-
tahapan   tertentu,   seorang   penyerang   dapat   mengirimkan   data-data   palsu   mengenai   sebuah
domain yang kemudian akan disimpan di  cache  sebuah server DNS, sehingga apabila server
tersebut menerima pertanyaan mengenai domain tersebut, server akan memberikan jawaban
yang salah. Patut dicatat, bahwa dalam serangan ini, data asli server DNS tidak mengalami




perubahan sedikitpun. Perubahan data hanya terjadi pada cache server DNS tersebut.

Cara yang paling efektif dalam menghadapi serangan yang merubah DNS server adalah dengan
melakukan otentikasi  host  yang akan kita hubungi. Model otentikasi yang banyak digunakan
saat ini adalah dengan mempergunakan digital certificate. Dengan digital certificate, seseorang
dapat dengan yakin bahwa host yang dia akses adalah host yang sebenarnya